Dialog Interkatif bersama DPRD Kota Semarang dengan tema Pendidikan Dasar Untuk Semua
Senin (20/05) bertempat di Ruang Petra Hotel Noormans Semarang, berlangsung Dialog Interkatif bersama DPRD Kota Semarang dengan tema "Pendidikan Dasar Untuk Semua". Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono hadir sebagai narasumber bersama Kepala Dinas Pendidikan yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Hari Waluyo selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, dan pengamat pendidikan yang sekaligus Dosen Pasca Sarjana di UNIKA, UNDIP, UNS Tukiman Tarunasayoga JC.
Masalah ekonomi masih menjadi kendala baik mahalnya biaya sekolah maupun perlengkapan pendukungnya. Meskipun demikian Wiwin berharap masyarakat Kota Semarang menerima pendidikan setingkat SMA, tidak hanya pendidikan dasar supaya memiliki daya saing untuk bekerja dan modal untuk melanjutkan ke jenjang kuliah dan meraih cita-cita. Pemkot Semarang sudah menganggarkan dana sehingga pendidikan dasar (SD & SMP negeri) sudah gratis, jadi sudah semestinya angka ATS (Anak Tidak Sekolah) sudah tidak ada lagi.
Menurut data BPS rata-rata lama sekolah di Kota Semarang adalah 10,51 tahun, hal ini mengasumsikan bahwa penduduk Semarang rata-rata sudah lulus pendidikan dasar. Indeks ATS (Anak Tidak Sekolah) pun juga turun dari 19% di tahun 2017 menjadi 6% di tahun 2018. Hari Waluyo menjelaskan bahwa Walikota dan Pemerintah Kota Semarang telah memberikan dukungannya terhadap bidang pendidikan dengan menggratiskan biaya sekolah SD dan SMP negeri, beasiswa siswa miskin dan beasiswa siswa berprestasi.
Tarunosayoga mengatakan permasalahan yang ada di Kota Semarang adalah anak tidak sekolah dan kebijakan. Kuncinya Enjoy For All atau membahagiakan semua aspek yang mengampu pendidikan, perlu adanya penguatan institusi sekolah. Sebaiknya Pemerintah memperhatikan sekolah swasta dan melakukan pemetaan sekolah swasta, tujuannya untuk memastikan hak pendidikan anak terpenuhi baik yang bersekolah di sekolah negeri maupun di sekolah swasta.
Terkait PPDB, sosialisasi dan penyebaran informasi perlu di galakan, karena masih banyak yang belum paham tentang zonasi. Persiapannya sudah 90% namun pendaftarannya baru akan dibuka mulai 13 juni 2019.
